PHP Framework CodeIgniter

Share
Tweet

Codeigniter adalah framework PHP yang menggunakan pola arsitektur Model View Controller,Codeigniter awalnya ditulis oleh mas Rick Ellis, pendiri dan CEO EllisLab.com, perusahaan yang mengembangkan codeigniter. Saat ini, codeigniter dikembangkan oleh komunitas dan disebarkan ke seluruh dunia dengan lisensi bebas.

Belajar CodeIgniter tidaklah terlalu sulit. Bagi Anda yang sudah menguasai PHP dasar, saya kira Anda dapat menguasai CI dengan cepat. Saya sendiri pun (yang hanya autodidak) dapat mempelajarinya dengan lumayan cepat tanpa hambatan yang berarti. Mengapa? Berawal dari User Guide-nya CI yang sangat jelas, hingga community-nya yang sangat responsible membuat saya cepat dalam mempelajarinya.

Sebelumnya, saya tekankan bahwa disini saya asumsikan Anda sudah menguasai dasar PHP, terutama konsep class. Mengapa class? Karena CI pada dasarnya adalah berorientasi objek, jadi, kita nantinya akan sering membuat class-class PHP dalam prosesnya. Jika Anda merasa belum menguasainya, silakan baca buku atau cari referensi di internet.

Kita akan mulai mini tutorial ini dari pembahasan Controller dan View. Dua komponen ini adalah minimal kita buat ketika membuat aplikasi dengan CI. Controller merupakan kumpulan function yang terangkum dalam suatu class. Bagaimana dengan View? View adalah file yang umumnya berisi HTML dan (sedikit) PHP script yang nantinya akan ditampilkan di browser. Secara mudah, prosesnya adalah Controller melakukan Query ke database, kemudian dia juga mem-parsing-kan data hasil query tersebut ke View. Nah, di view, kita looping data tersebut untuk ditampilkan.

Secara umum, struktur file controller seperti berikut ini:

<?php

class Welcome extends Controller {

function Welcome()
{
parent::Controller();
}

function index()
{
$this->load->view('welcome_message');
}
}
?>

Controller di atas bernama Mycontroller (huruf pertama harus kapital) dan disimpan dalam folder system/application/controllers/ dengan nama mycontroller.php (huruf pertama tidak kapital). Disini yang perlu kita ingat bahwa nama controller menjadi nama file controller tersebut.
Perhatikan, Mycontroller memiliki function index() dan other_function(). Dalam sistem URL CI (default), controller akan menjadi segmen pertama dari url kita, dan function menjadi yang kedua. Jadi, jika kita ingin mengeksekusi controller mycontroller dan function index, maka kita tulis dalam url :

http://example.com/root/index.php/mycontroller/index

dengan asumsi root adalah nama root folder anda di webserver. Perlu diingat bahwa khusus function index (yang selalu ada dalam setiap controller) tidak perlu dituliskan (optional). Untuk fungsi kedua, kita tulis dalam url :

http://example.com/root/index.php/mycontroller/other_function

Seperti itulah dasar controller.
Kita dapat juga memberikan parameter ke controller, lewat url, mulai dari segment ke 3 dan seterusnya. Misalkan url kita :

http://example.com/root/index.php/mycontroller/other_function/3/1

berarti kita memberikan parameter 3 dan 1 sebagai nilai yang akan diolah di controller.

Untuk mempelajari CodeIgniter lebih lanjut silahkan download di http://www.codeigniter.com, dan bila anda ingin mengikuti perkembangan dari CodeIgniter ini di indonesia telah ada komunitas pengguna CodeIgniter. Disini anda bisa belajar banyak tentang CodeIgniter.

you may also want to read

0 comments

Leave a comment